14 Sep 2015

Zachman Framework Enterprise Architecture

    Suatu pemerintahan di negara berkembang seperti Indonesia sudah banyak mengembangkan sistem informasi berbasis Information Technology (IT). Sayangnya, pengembangan tersebut belum belum berjalan dengan lancar. Agar dapat memaksimalkan penggunaan EA, dibutuhkan framework yang dapat memodelkan dan merincikan berbagai fase EA. Sehingga framework diharapkan dapat mengelola sistem yang kompleks dan dapat menyelaraskan bisnis dengan teknologi yang akan dikembangkan. Oleh karena itu, saya akan membahas salah satu dari banyak framework EA yaitu Zachman Framework.

           Enterprise Architecture (EA) terdiri dari dua kata, yaitu Architecture dan Enterprise. Architecture merupakan   perancangan dari sautu benda atau merepresentasikan sutu gambaran yang sesuai dnegan suatu objek sehingga dapat diperoleh hasil yang sesuai dengan kebutuhan dan berkualitas. Sedangkan enterprise adalah kegiatan (pekerjaan) yang diselenggarakan dengan peralatan atau dengan cara teratur dengan tujuan untuk mencari keuntungan. Sehingga jika digabungkan, EA merupakan suatu kegiatan pengorganisasian data yang dipergunakan dan dihasilkan oleh organisasi (perusahaan) dalam skala besar yang mencakup tujuan proses bisnisdari organisasi tersebut dan merupakan blueprint yang menjelaskan bagaimana IT dan manajemen informasi bekerjasama mencapai suatu tujuan. EA merupakan suatu strategi pemanfaat IT dan berintegrasi antara pengembangan bisnis dengan pengembangan IT. Kita membutuhkan EA dikarenakan beberapa hal, yaitu IT sudah menjadi business enabler, memberikan manfaat yang sepadan dengan biaya dan effort, dan adanya ketidakselarasan antara strategi bisnis dengan strategi IT. Sehingga dibutuhkan lah Zachman Framework untuk mendefinisikan EA pada aplikasi e – Gov.


      Zachman Framework adalah suatu framework Enterprise Architecture yang menyediakan cara untuk menjelaskan sebuah enterprise secara terstruktur dan sistematis. Zachman Framework bukan sebuah metodelogi karena framework tersebut tidak menyebutkan metode dan proses secara spesifik untuk mengumpulkan, mengelola, dan menggunakan informasi pada framework tersebut. ZF merupakan skema untuk melakukan klasifikasi pengorganisasian benda-benda enterprise. Framework ini diperkenalkan oleh John Zachman pada tahun 1980 an. Framework ini bertujuan untuk menyediakan struktur dasar untuk menunjang organisasi, akses, integrasi (pembauran), interpretasi (pendapat), pengembangan, manajemen serta perubahan representasi arsitektur dari sistem informasi. Framework tersebut lebih tepat digunakan sebagai tools untuk melakukan klasifikasi pada pengelolaan artefak arsitektur yang mampu menunjukkan siapa target artefak tersebut dan mengenai isu utama yang terdapat pada artefak tersebut. Implementasi Zachman Framework dari berbgai hasil, yaitu
  •         Framework untuk mengorganisasi dan menganalisis data
  •         Framework untuk arsitektur enterprise
  •         Sistem klasifikasi atau skema kalsifikasi
  •         Matriks dalam bentuk 6 x 6
  •         Model dua dimensi (analitis)

Framework ini digambarkan dalam bentuk matriks dua dimensi yang memperlihatkan hubungan antara perspektif dan abstraksi. Tiap baris  mewakili tingkat perspektif, yaitu perencana, pemilik, pengembang, subkontraktor, dan functioning enterprise. Sedangkan tiap kolom menggambarkan abstraksi (aspek) tertentu daru suatu proses meliputi data, fungsi, network, user, waktu, dan motivasi. Tiap baris merepresentasikan sebagai berikut :
  1.  Perspektif Perencana, yaitu menentukan konteks, latar belakang dan tujuan.
  2. Perspektif Pemilik, yaitu menentukan model konsep dari enterprise itu sendiri.
  3. Perspektif Perancang, yaitu menetapkan model sistem informasi sekaligus sebagai bridge antara apa yang diinginkan pemilik dengan hal yang dapat diimplementasikan secara teknis dan fisik.
  4. Perspektif Pembangun, yaitu menentukan rancangan secara teknis dan fisik yang digunakan untuk mengontrol arsitektur dari sistem.
  5. Perspektif Subkontraktor, yaitu menetapkan peran dan rujukan bagi pihak yang bertanggung jawab dalam pembangun arstitektur sistem informasi.
  6. Perspektif Fungsional, yaitu merepresentasikan perspektif pengguna dan mewakili hasil implementasi.

Metodelogi Information Engineering


Zachman Framework EA



 Enam kolom abstraki (aspek) diatas menguraikan pendefinisian kriteria pada ZF untuk diimplementasikan dalam sebuah organisasi yang terdiri dari basic questions yaitu what, how, where, who, when, and why.
- WHAT - 
Berfungsi untuk menguraikan informasi organisasi yaitu data.
-  HOW -
Berfungsi untuk mendeskripsikan fungsionalitas dari sistem informasi seperi bagaimana sebuah organisasi dapat bekerja dan bagaimana cara mengelola data.
 - WHERE - 
Berfungsi untuk menunjukkan lokasi kerja dari organisasi.
 - WHO - 
Berfungsi untuk membahas mengenai alokasi sumber daya manusia serta struktur dan tanggung jawabnya dalam organisasi tersebut.
 - WHEN -
Berfungsi untuk merancang setiap event yang memiliki relasi dalam membangun kriteria kinerja dari sumber daya organisasi yang ada.
- WHY - 
Berfungsi untuk menguraikan motivasi, goals yang ingin dicapai serta strategi yang digunakan organisasi.

Sehingga dapat disimpulkan apabila perusahaan menggunakan Zachman Framework EA dapat mengurangi redudansi data untuk melakukan penyederhaan proses bisnis organisasi pemerintah serta dapat digunakan untuk mengintegrasikan data sleuruh unit organisasi dengan mengacu pada struktur hierarki organisasi.



Sumber



Tidak ada komentar:

Posting Komentar